MASA PENGENALAN LINGKUNGAN AL-FITYAN (MPLA) TA 2026-2027
Al-Fityan School Kubu Raya Unit : SMPIT & SMAIT A...
Kompetisi merupakan hal yang penting karena dapat menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Namun, kekompakan dan kerja sama juga tidak kalah penting dalam sebuah kegiatan. Maka dari itu, SDIT Al-Fityan menyediakan waktu bagi siswa-siswi untuk berkumpul dan bertemu dalam bentuk perlombaan setelah pekan ujian, sambil menunggu penerimaan rapor, yang biasa disebut dengan Classmeeting. Classmeeting ini diadakan pada hari Senin-Selasa, 10-11 Juni 2024, di lapangan dan dalam ruangan kelas SDIT Al-Fityan, dengan pembagian hadiah dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Juni 2024. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan kegiatan bonding antarsiswa yang menghibur siswa-siswi kelas 1-5 yang telah melaksanakan Penilaian Akhir Tahun Semester Genap. Adapun jenis perlombaan pada classmeeting ini meliputi: - Hasta Karya - Bola Sarung - Bola Tali - Estafet Balon Kegiatan classmeeting ini diharapkan dapat meningkatkan semangat juang, memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba, serta mengasah kreativitas siswa-siswi SDIT Al-Fityan. Dengan adanya perlombaan ini, diharapkan siswa-siswi dapat menikmati waktu mereka dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan, serta mempererat hubungan di antara mereka.
Kubu Raya, 07-08 Juni 2024 - Menyambut bulan Dzulhijjah, Asrama Al-Fityan Kubu Raya mengadakan dua kajian penting untuk seluruh siswa. Pada 7 Juni, kajian bertema "Fiqh Qurban" disampaikan oleh Ustadz Muhammad Ikhwan, memberikan pemahaman mendalam tentang ibadah qurban. Ustadz menjelaskan bahwa qurban adalah sunnah muakkad bagi yang mampu, mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS. Hewan yang dapat diqurbankan dijelaskan dalam Surah Al-An'am, termasuk unta, sapi, kambing, dan domba, dengan tata cara penyembelihan yang benar. Pada 8 Juni, Direktur Al-Fityan Kubu Raya, Ustadz Ikhsan Syamsi, membahas "Keutamaan Puasa Arafah". Beliau menjelaskan bahwa puasa pada hari Arafah, yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, dapat menghapus dosa dua tahun. Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Rasulullah SAW. Puasa ini juga setara dengan puasa setahun dan shalat malam di malam Lailatul Qadar. Kedua kajian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan semangat ibadah siswa dalam menyambut bulan Dzulhijjah, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Asrama Al-Fityan Kubu Raya berkomitmen untuk terus mengedukasi dan membimbing siswa-siswinya dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik.
Kubu Raya, Mei-Juni 2024 – SDIT Al-Fityan Kubu Raya sukses menggelar Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap (ASASG) Tahun Ajaran 2023/2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian belajar siswa selama tiga bulan terakhir. Penilaian ini melibatkan seluruh siswa SDIT Al-Fityan Kubu Raya, mulai dari kelas 1 hingga kelas 5, dengan total 202 siswa. Asesmen dilaksanakan dalam tiga tahap utama : 1. Senin - Selasa, 27-28 Mei 2024 (ASASG Al-Qur'an): Ujian lisan Al-Qur'an yang diikuti oleh seluruh siswa untuk mengukur hafalan dan pemahaman mereka terhadap Al-Qur'an. 2. Rabu, 30 Mei 2024 (ASASG Majelis Pagi): Kegiatan Majelis Pagi yang melibatkan evaluasi pengetahuan keagamaan dan keterampilan spiritual siswa. 3. Jum'at, Senin - Jum'at, 31 Mei, 03-07 Juni 2024 (ASASG Mata Pelajaran): Penilaian mata pelajaran umum yang dilaksanakan selama enam hari, untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah diajarkan. Pelaksanaan ASASG berlangsung di ruang kelas SDIT Al-Fityan School Kubu Raya, dengan suasana yang kondusif dan tertib. Setiap tahap asesmen dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan akademik dan spiritual siswa. Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, seluruh rangkaian kegiatan ASASG TA. 2023/2024 dapat terlaksana dengan lancar dan tanpa hambatan. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi peningkatan mutu pendidikan di SDIT Al-Fityan Kubu Raya, serta memotivasi siswa untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Kubu Raya, 06 Juni 2024, TKIT Al-Fityan Kubu Raya melakukan kegiatan rutinan yaitu Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Triwulan IV (DDTK) di klinik Al-Fityan Kubu Raya. Deteksi Dini Tumbuh Kembang bagi anak-anak merupakan suatu kegiatan pemeriksaan dasar yang bertujuan untuk dapat mengetahui status kesehatan anak sebagai salah satu upaya untuk mendeteksi dini apabila anak-anak memiliki masalah kesehatan dan juga terkait upaya pencegahan stunting pada anak. Dengan diadakannya kegiatan rutinan DDTK, guna untuk mengetahui adanya permasalahan tumbuh kembang secepat mungkin. Dengan begitu, pihak kesehatan atau bahkan orang tua dapat segera memberikan langkah intervensi untuk menghindari efek jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas anak. Dalam kegiatan DDTK ini mencakup pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, pendengaran anak, gigi, kulit, mata, mulut, dan lainnya.
Muhadharah Kamar 3 dengan tema keberagaman Indonesia dimulai dengan semangat yang membara. Para peserta dan penonton telah berkumpul di ruang yang disiapkan untuk acara tersebut, penuh antusias dan semangat untuk bersama-sama menggali makna keberagaman yang ada di negeri ini. Acara dibuka dengan penampilan drama yang mengangkat kisah tentang toleransi dan persaudaraan di tengah perbedaan. Drama tersebut menggambarkan betapa indahnya keberagaman Indonesia, dengan berbagai latar belakang budaya, agama, dan suku yang berbeda tetapi tetap bersatu dalam semangat persatuan. Selanjutnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan iklan-iklan layanan masyarakat yang menyoroti pentingnya menghormati perbedaan dan membangun keharmonisan di antara masyarakat Indonesia. Iklan-iklan tersebut mengajak semua pihak untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak ketinggalan, ada sesi berita kacau yang disajikan dengan sentuhan komedi ringan untuk menyampaikan pesan-pesan keberagaman dengan cara yang lucu namun tetap bermakna. Melalui segmen ini, para peserta dihibur sekaligus diingatkan akan pentingnya menjaga persatuan dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak kerukunan sosial. Sesi tundang kemudian menghadirkan para tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang keagamaan, budaya, dan suku untuk berbagi pengalaman dan pandangan tentang keberagaman Indonesia. Mereka memberikan inspirasi dan motivasi kepada para peserta agar terus menjaga hubungan yang baik di tengah perbedaan yang ada.